Setelah dua bulan pelaksanaan Pembelajaran Lapangan Terpadu (PLT), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (FISKOM)  Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengadakan acara Penarikan Mahasiswa PLT dari Lembaga Mitra ke fakultas, belum lama ini. Acara yang berlangsung secara online ini dihadiri Pembantu Rektor III UKSW Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs., pimpinan FISKOM serta perwakilan lembaga mitra baik lembaga gereja dan non gereja seperti Bawaslu Salatiga, Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Salatiga, KOTAKU Magelang, Yayasan Sion, Pelayanan Desa Terpadu (PESAT), Badan Kerjasama Gereja-gereja Salatiga (BKGS), Badan Kerjasama Gereja-gereja Getasan (BKSAG), serta enam kelurahan yang ada di Kota Salatiga. 

Dekan FISKOM Dr. Ir. Royke Roberth Siahainenia, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa PLT kali ini dimana merupakan kali kedua dilaksanakan Fiskom sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan fakultas agar mahasiswa yang diterjunkan ke lembaga-lembaga ini dapat berbaur dengan masyarakat dan mempraktekan ilmu yang sudah didapatkan. Tak lupa Dr. Royke menyampaikan rasa terimakasihnya atas kesediaan lembaga mitra menerima mahasiswanya.

Senada, Dr. Rocky juga mengungkapkan bahwa mahasiswa diterjunkan ke lembaga-lembaga masyarakat untuk melihat kondisi riil, mengenali permasalahan yang ada dan juga mencari solusinya. Hal ini merupakan bekal yang diberikan UKSW untuk mahasiswanya.  

“Kita juga membekali mahasiswa dengan karakter yang diperoleh tidak hanya dengan pembelajaran di kelas saja tetapi juga dengan terjun langsung ke masyarakat melalui lembaga-lembaga supaya mereka bisa menjadi manusia seutuhnya. Untuk teman-teman mahasiswa, apa yang sudah didapatkan selama PLT ini jangan hanya dimaknai untuk menyelesaikan tugas semata-mata tetapi juga menjadi bagian untuk membentuk karakter teman-teman,” imbuh Dr. Rocky Tanaamah.

Mendapat respon baik

Keberadaan mahasiswa FISKOM yang tersebar pada 15 lembaga non gereja dan 32 lembaga gereja dirasakan manfaatnya oleh lembaga mitra. Sriyati, perwakilan dari PESAT menyatakan mahasiswa yang PLT di lembaga ini sudah memberikan banyak kontribusi. 

“Banyak yang sudah dilakukan, teman-teman mahasiswa ikut membantu meningktakan kualitas guru dengan memberikan pelatihan, membuat brosur, dan juga kegiatan lainnya yang dilakukan di lembaga pendidikan kami. PESAT berharap ke depan kegiatan ini dapat lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Ketua BKGS Purwanto menuturkan kerjasama dalam bentuk kegiatan PKL tidak berhenti sampai disini karena gereja-gereja merasakan manfaatnya. Hal yang sama juga disampaikan Pdt. Yohanes Mardi dari BKSAG. Menurutnya, dikali pertama kerjasama ini dan ada 9 gereja diwilayah BKSAG yang dilayani sangat merasakan manfaat dari mahasiswa yang mengikuti PLT.

Koordinator PLT FISKOM Sampoerno, S.Pd., M.Si., mengungkap ada 240an mahasiswa dari 3 program studi yaitu Program Studi Sosiologi, Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hubungan Internasional yang mengikuti PLT dimana dimulai pada awal Oktober lalu. Lebih lanjut Sampoerno menuturkan jika PLT yang diselenggarakan FISKOM mengarah kepada lembaganya, tidak langsung ke masyarakat, karena itulah mahasiswa ditempatkan di lembaga-lembaga, baik itu non gereja dan gereja. 

“Dengan ditempatkan di lembaga, mahasiswa tetap bisa mengenali permasalahan apa yang terjadi di masyarakat dan membantu memberikan solusi secara kelembagaan. Hal inilah yang membedakannya dengan KKN dimana KKN mahasiswa langsung terjun di masyarakat dan tinggal di rumah-rumah,” terangnya.

Sampoerno mencontohkan mahasiswa yang ditempatkan di sebuah gereja, mereka tidak membuat program-program yang menyangkut kerohanian tetapi program non kerohanian seperti mengembangkan media dengan membuat video atau buletin, mengembangkan power point, membantu promosi usaha jemaat untuk meningkatkan ekonomi jemaat, dan lainnya. Untuk mahasiswa yang ditempatkan di lembaga non gereja juga melakukan identifikasi permasalahan apa yang ada atau apa yang dibutuhkan oleh lembaga dan membantu memberikan solusi terkait bidang ilmu yang dipelajari.

“Kebutuhan dimasyarakat, permasalahan yang ada dimasyarakat perlu diselesaikan secara multidisipliner. Itu juga menjadi tantangan bagi UKSW bagaimana program PLT ini terus berjalan lebih baik ke depan sehingga memberi manfaat lebih baik lagi untuk lembaga-lembaga mitra,” imbuhnya. (upk/chis/rh_humas).