Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berkesempatan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Leadership Training Pimpinan Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM), Selasa (13/09/2022). Bertempat di ruang F114, kegiatan ini diikuti oleh 75 orang yang terdiri dari ketua dan sekretaris 34 klasis GPM serta didampingi oleh Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode dan sejumlah staf personalia.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Elifas Maspaitella, M.Si., diterima langsung oleh Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., dan Pembantu Rektor II Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E.

Neil Rupidara menyambut baik kehadiran rombongan GPM yang merupakan salah satu sinode gereja pendukung UKSW. Mewakili UKSW, Neil berterima kasih telah dipilih menjadi salah satu rujukan dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan kepemimpinan bagi pimpinan klasis GPM. Dirinya mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh para peserta yang datang dengan berbekal pengalaman selama melayani di klasis masing-masing.


Menurutnya pelatihan ini penting sebagai bekal tambahan untuk melanjutkan pelayanan di GPM. Neil juga menyebut bahwa hingga saat inipun UKSW memiliki tantangan kepemimpinan tersendiri. Namun dirinya yakin dengan dukungan GPM dan gereja-gereja pendukung lain maka seluruh pihak dapat saling menguatkan.

“Kami juga mengharapkan masukan dari rekan-rekan sekalian bagi pengembangan dan peningkatan UKSW,” tutur Neil menutup sambutan.

Tempat belajar

Sementara itu Ketua Sinode GPM, Pdt. Elifas Maspaitella, M.Si., yang juga merupakan alumnus Magister Sosiologi Agama Fakultas Teologi UKSW menyebut bahwa selama ini UKSW telah menjadi tempat belajar bagi pendeta-pendeta GPM untuk jenjang magister dan doktoral. Bahkan disebutnya, sebelum masa pandemi Covid-19 telah beberapa kali digelar kegiatan Summer Course dengan topik pembelajaran mengenai manajemen dan psikologi di UKSW.

“Kegiatan ini juga merupakan proses sharing intelektual dengan para akademisi di UKSW sehingga kami memperoleh insight baru sesuai hasil riset-riset kampus. Harapannya dapat disinkronkan dengan pelayanan gereja pada seluruh bidang terutama perencanaan gereja,” tutur Elifas.  

Terkait GPM sebagai salah satu gereja pendukung UKSW, pihaknya juga ingin melalui kegiatan ini dapat membuat para petinggi gereja melihat UKSW sebagai kampus untuk membimbing dan membina sumber daya umat gereja melalui aktivitas perkuliahan baik di jenjang S1, S2 dan S3. 


“Para akademisi di kampus ini tidak hanya memiliki kualitas dan kepakaran dari kekayaan intelektualitasnya, namun keseharian mereka dalam mengelola kepemimpinan di kampus ini sesuai dengan budaya gereja. Oleh sebab itu peran GPM sebagai gereja pendukung UKSW dapat dimaksimalkan dan bentuk-bentuk dukungan dapat kita tunjukkan secara konkrit,” imbuhnya.

Elifas menyebut dalam kesempatan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dari para dosen UKSW dengan materi seputar manajemen kepemimpinan pelayan dalam tantangan globalisasi, kepemimpinan di era digitalisasi serta menjadi pemimpin yang dapat memengaruhi dan memotivasi.

Sejumlah dosen seperti Ir. Lieli Suharti, M.M., Ph., D., dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Pdt. Izak Lattu, Ph.D., dari Fakultas Teologi, Prof. Dr. Ir. Eko Sediyono, M. Kom., dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) serta Bertha Esti Ari Prasetya, S.Psi. M.A., dari Fakultas Psikologi terlibat sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Selain di UKSW, para peserta leadership training ini turut menimba ilmu di Pesantren Edi Mancoro Salatiga dan Gereja GPIB  Imanuel Semarang.