Terjadinya bencana badai siklon seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan yang mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kondisi masyarakat NTT yang  terdampak bencana hingga saat ini belum pulih sehingga masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D., saat membuka acara penggalangan dukungan bagi korban bencana di NTT, Jumat (16/4) malam. Kegiatan bertajuk "Pelangi di Langit NTT" ini digelar di Balairung Universitas dan ditayangkan di channel Youtube UKSW Salatiga.

Neil menyebut UKSW memberikan dukungan bagi masyarakat NTT yang saat ini tengah berada di lokasi pengungsian serta seluruh pihak yang masih berjibaku di lapangan untuk memulihkan kondisi NTT.

"Dukungan doa terus kami berikan dari kampus Indonesia mini agar masyarakat NTT diberikan ketegaran.  Termasuk dukungan dana kami himpun dan berikan untuk membantu mengatasi musibah ini," tuturnya.

Persoalan mengenai perubahan iklim dan kondisi alam yang tidak menentu turut disoroti Neil. Menurutnya bencana siklon seroja tidak lepas dari kelalaian manusia menjaga alam. Hal yang lebih fundamental selain pemulihan kondisi masyarakat dan lingkungan di NTT menurut Neil saat ini adalah memperbaiki kerusakan lingkungan sehingga kedepan kondisi serupa tak lagi terulang.

Ulah manusia

"Aksi yg lebih fundamental dalam rangka memperbaiki kerusakan lingkungan harus menjadi perhatian semua pihak," tegas Neil.

Acara yang turut dihadiri oleh Pembantu Rektor III Dr. Andeka Rocky Tanamaah, SE., M.Cs. dan Pembantu Rektor IV Joseph Ernest Mambu, S.Pd., MA., Ph.D ini menghadirkan sejumlah pengisi acara. Erits Talapessy, Christine Nenohai, serta Laura Modouw tiga mahasiswa UKSW turut mempersembahkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu pujian rohani serta pop Indonesia maupun manca.

Tak kalah merdu, Aleyna Manuputty turut menyanyikan lagu milik Avril Lavigne yang berjudul Keep Holding On. Sebagai pengisi di puncak acara tampil Laloe kustik dan Senduro.

Mahasiswa UKSW yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Siswa Timor (IKMASTI) Salatiga, Persatuan Warga Sumba di Salatiga (Perwasus), serta Himpunan Mahasiswa Alor Salatiga (Himmasal) turut mempersembahkan sejumlah tarian asal NTT.

Acara yang berlangsung lebih dari 120 menit ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT. Disebutkannya, badai siklon seroja yang terjadi berakibat pada rusaknya sebagian dari 1378 fasilitas pariwisata  di NTT. Oleh karena dukungan yang diberikan UKSW pihaknya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. 

Wayan Dermawa juga menyampaikan terimakasih bagi para donatur dan berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat perbaikan fasilitas masyarakat.

Salurkan

Menjelang akhir acara total donasi yang telah terkumpul adalah sebesar 185 juta rupiah. Sejumlah donasi telah disalurkan melalui Universitas Kristen Wira Wacana  (UNKRISWINA) Sumba, Sinode Gereja  Kristen Sumba (GKS), serta Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana. 

Donasi dapat terus diberikan melalui rekening BNI dengan nomor  0856106934 atas nama Sri Sulandjari.