Tantangan hukum dalam era disrupsi dibahas dalam seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (18/1). Hadir sebagai pembicara utama dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019.

Dihadapan peserta seminar, Sri Adiningsih memaparkan materi berjudul “Transformasi Ekonomi Berbasis Ekonomi Digital di Indonesia”. Disampaikannya bahwa reformasi industri 4.0 berkembang dengan kecepatan eksponensial dan berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia.

“Disrupsi akan terus terjadi di semua bidang, kita jangan khawatir. Banyak terjadi disrupsi tetapi kehidupan kita menjadi lebih baik. Tahun 2030 nanti akan banyak perubahan di lapangan pekerjaan, akan ada jenis pekerjaan yang hilang, tetapi juga akan banyak lahir jenis pekerjaan baru yang tercipta,” katanya.

Guru Besar Ekonomi Universitas Gajah Mada ini menyebut bahwa ada dua dampak besar transformasi digital terhadap hukum; yaitu adanya perubahan pada aspek hukum dan juga isu legalitas dan etika timbul sebagai konsekuensi dari perubahan cara hidup masyarakat dalam perkembangan teknologi yang ada.

Isu legalitas dan etika yang akan timbul di era digital antara lain adalah masalah privasi, masalah hak cipta, cybersecurity dan juga cybercrime.

“Kesiapan SDM menjadi kunci keberhasilan dalam transformasi digital. Indonesia dapat memanfaatkan peluang dari perkembangan ekonomi berbasis digital karena pada dasarnya Indonesia sudah memiliki faktor pendukung yang memadai seperti regulasi dan infrastruktur. Hukum mesti merespon dan antisipasi supaya digitalisasi memberikan manfaat bagi bangsa,” pungkasnya.

Selain Sri Adiningsih, hadir juga dua pembicara lainnya dalam seminar ini; yaitu Dr. Dyah Prananingrum, S.H.,M.Hum Dosen FH UKSW dan Dr. Sarmauli Simangunsong, S.H., L.L.M seorang praktisi hukum.

Dyah Prananingrum mengungkapkan bahwa disrupsi menuntut semua pemangku kepentingan yaitu pemerintah, pembuat kebijakan, organisasi internasional, regulator, organisasi bisnis, akademisi dan masyarakat sipil untuk bekerja sama mengendalikan teknologi yang kuat dengan cara yang membatasi resiko dan menciptakan dunia yang sejalan dengan tujuan bersama untuk masa depan.

Seminar ini dimoderatori oleh Dekan Fakultas Hukum UKSW Dr. Marihot Janpieter Hutajulu, S.H., M.Hum. Kegiatan ini diadakan masih dalam rangka peringatan dies natalis ke-60 FH UKSW yang jatuh pada 5 Desember mendatang. (upk_bpha/foto:gde).