Masih dalam gelaran Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) telah menuju babak akhir. Diselenggarakan di Gedung G Probowinoto UKSW, Senin (21/11/2022), sebanyak 10 tim mahasiswa PKM yang lolos seleksi menguraikan presentasinya di depan juri yang hadir secara daring maupun luring.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs., dalam sambutannya mendorong mahasiswa untuk mengungkapkan ide-ide kreatif serta inovasinya dengan tetap memiliki nilai karakter yang membanggakan UKSW. “Gunakan kesempatan ini untuk bersaing secara sehat dengan karya-karya yang kalian miliki,” pesannya.

Hadir sebagai juri dalam pelaksanaan lomba PKM adalah dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Apt. Ipang Djunarko, M.Sc. Selain itu, hadir pula dosen Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UKSW Dr. Nur Aji Wibowo, M.Si,  dan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Komala Inggarwati, S.E. M.M., M.Bus., (Mgt)., Ph.D., yang turut menjadi penilai lomba PKM. 

Inovasi Kreatif

Salah satu kelompok mengangkat tema Genetic Microtechnology Biocencor of Asam deoksiribonukleat (DNA). Dalam presentasi yang dipaparkan, penelitian ini merupakan sebuah pengembangan genetik testing model implantasi guna mendeteksi Single Nucleotide Polymorphism (SNP) rs9939609 yaitu gen Fat Mass and Obesity (FTO) terkait massa lemak dan obesitas alias “gen gemuk” yang lebih efisien.  

“Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah kompleks gizi berlebihan. Sehingga kami ingin menghadirkan sebuah solusi microchip berbasis nano teknologi yang dapat mendeteksi DNA jika terdapat genetik obesitas pada tubuh seseorang,” ungkap Fransiska Olivia Natasha sebagai ketua tim.

Inovasi kreatif lainnya diungkap oleh kelompok kedua yang memaparkan inovasi alat penyiram tanaman menggunakan teknologi Intelligent Robotic Internet of Things System (IRRIS-IoT). Stefanus Nugrahanto, salah satu anggota tim menyampaikan latar belakang dibuatnya alat ini yaitu kelompoknya melihat kendala ketersediaan air yang tak menentu karena perubahan iklim yang dialami petani.

“Kami ingin memberikan solusi pengairan kepada petani. Dengan alat yang kami buat, kelembaban tanah dapat diukur dengan sensor untuk kemudian dilakukan penyiraman secara otomatis sesuai kebutuhan yang diperlukan tanaman,” ungkapnya dengan semangat. 

Seleksi Sepuluh Bidang Inovasi

Koordinator PKM November Rianto Aminu, S.Si., M.Sc., mengungkapkan bahwa lomba ini diadopsi dari kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).  

“Mahasiswa dapat menyampaikan ide – ide kreatif dan inovatifnya dalam bidang penelitian seperti Eksakta, Sosial, dan Humaniora, Kewirausahaan, Pengabdian kepada Masyarakat, Penerapan Iptek, Karsa Cipta, Karya Inovatif, Video Gagasan Konstruktif, Gagasan Futuristik Tertulis, atau Artikel Ilmiah,” bebernya.

November mengatakan bahwa tahun ini, PKM bidang karsa cipta menjadi bidang yang paling banyak diinovasikan oleh peserta. Disebutkannya, proposal PKM KC yang dikirimkan menitikberatkan pada pemanfaatan Internet of Things (IoT).

“Dalam tahun ini, ada 10 bidang PKM yang diulas, lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya terdapat 6 bidang saja. Nantinya, inovasi yang menjadi juara akan diumumkan dalam Malam Puncak PIM dan Satya Wacana Awarding Night pada 25 November. Lebih lanjut, pemenang akan diikutsertakan dalam lomba PKM Nasional yang diselenggarakan tahun depan,” pungkasnya.