Shofyan Adi Cahyono, Mahasiswa Magister Ilmu Pertanian (MIP), Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) baru saja menyabet penghargaan dari Majalah Trubus, yaitu penghargaan Trubus Kusala Swadaya. Pengahraggan ini diberikan Trubus dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-50. Pemuda berusia 24 tahun ini meraih juara favorit dengan like terbanyak pada video yang diposting di laman instagram Majalah Trubus.

Inovasi dan juga teknologi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang diterapkannya pada SOM atau Sayuran Organik Merbabu, usaha yang ditekuni Shofyan mengantarkannya menjadi nominator dalam acara ini.

Senang dan bangga dirasakan Shofyan atas penghargaan yang baru saja diraihnya. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2008 ini sudah membuahkan hasil. Selain mendapatkan penghargaan di atas, sebelumnya Shofyan juga terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Youth Organic Forum di New Taipei City, Taiwan tahun 2019.

SOM atau Sayur Organik Merbabu merupakan usaha di bidang pertanian khususnya budidaya tanaman sayuran dengan sistem pertanian organik yang berlokasi di Desa Kopeng, Kabupaten  Semarang. Dengan lahan sekitar 10 hektar, aneka tanaman sayuran yang dibudidayakan meliputi asparagus, brokoli, aneka jenis kubis, kacang kapri, aneka jenis kentang, labu, lemon, lobak, okra, parsley, sawi, selada, bayam, stroberi, terong, timun, zukini, dan tomat.

Shofyan menuturkan, sistem budidaya tanaman yang dilakukan SOM semuanya dikerjakan oleh SOM sendiri, baik dari pembuatan pupuk, pembibitan, penanaman, perawatan, panen, pengemasan, hingga pemasaran. Selain mengantar produk ke berbagai supermarket dan restoran mitra, SOM juga memasarkan produknya melalui jejaring media sosial seperti website, instagram, facebook, dan whatsapp.

“Waktu awal mendirikan SOM, mulai mencoba menjual produk SOM yang pertama kali pada acara Agric Party 6 di UKSW dan hanya laku setengah. Kemudian keesokan harinya, sisa produk dijual kembali namun tidak laku juga. Saya juga dulu mencoba menjual produk lewat LINE dan BBM yang dilakukan sembari kuliah. Setiap pagi mengantar sayur terlebih dahulu baru mengikuti perkuliahan. Pernah juga terjadi berbagai hambatan dalam mengantar produk ke konsumen seperti ban gembos dan juga cerita lainnya,” cerita Shofyan saat disinggung suka duka menekuni usahanya.

Penghargaan Trubus Kusala Swadaya sendiri diberikan bertepatan dengan hari lahir Trubus yang ke-50 tahun. Dilansir dari situs resmi Trubus, ada sebanyak 15 petani muda Indonesia yang masuk nominasi Trubus Kusala Swadaya. Pada akhirnya ada 4 petani muda Indonesia yang terpilih mendapatkan Trubus Kusala Swadaya, dan salah satunya adalah Shofyan Adi Cahyono. Penghargaan yang diberikan oleh Trubus ini adalah sebuah upaya untuk terus menyemangati pihak-pihak yang peduli dan berkontribusi dalam dunia pertanian Indonesia. (dav_jurkam/upk_bpha/foto: dokumentasi pribadi).