The Changcuters, ikut memeriahkan gelaran Dies Natalis ke-63 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Sabtu (30/11) malam. Band yang beranggotakan Mochamad Tria Ramadhani alias Tria, Muhammad Iqbal atau Qibil, Arlanda Ghazali Langitan atau Alda, Dipa Nandastyra Hasibuan atau Dipa, dan Erick Nindyoastomo alias Erick ini berhasil membius sivitas yang hadir di lapangan Sepakbola UKSW.

Rintik hujan tak menghalangi sivitas akademika untuk ikut memeriahkan perayaan dies natalis kampus bersama grup musik asal Bandung ini. Sebelum The Changcuters menunjukkan aksinya,  tampil juga  band pembuka seperti Keroncong Pemuda Kekinian dan  Skatones. 


Racun Dunia membuka perjumpaan dengan The Changcuters kemarin. Mengenakan kemeja hitam dibalut jas dan kacamata hitam, band ini tampil penuh energi. Aksi panggung mereka sukses mengajak penonton semangat bernyanyi bersama meski rintik hujan terus turun.

“Selamat malam... UKSW pie kabare?” sapa Tria disela aksi panggungnya.

Sedikitnya 10 lagu ditampilkan grup ini. Sebut saja Ku Tak Bisa Hidup Tanpamu, Pamparampam, Berangkat, Lebih Baik Bersepeda, Suka-suka, Idaman wanita, Hijrah ke London, I love You Bibeh dan Gila-gilaan. Disela penampilannya, ketiga gitaris The Changcuters juga menyuguhkan kebolehannya memetik gitar yang mengundang histeria penonton. Dilagu Gila-gilaan, Tria sukses mengajak penonton kompas bernyanyi bersama.


“Selamat ulang tahun UKSW, semoga UKSW sukses selalu dan jadilah generasi bangsa yang  bertanggung jawab,” kata Tria.

Penampilan The Changcuters ditutup dengan lagu Main Serong semalam. Penampilan The Changcuters menjadi bagian dari acara "Satya Wacana Awarding Night" yang menjadi puncak gelaran dies natalis tahun ini. (wiw_jurkam/upk_bpha/foto:gde/lvn).