Tim basket Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Satya Wacana Saints Salatiga (SWSS) akan berlaga dalam Indonesian Basketball League (IBL) tahun 2021, pekan depan. Tepatnya mulai 10 Maret mendatang, tim di bawah asuhan coach Efri Meldi ini akan melakoni laga di Cisarua, Bogor selama kurang lebih empat puluh hari.

SWSS yang saat ini menjalani karantina sebagai persiapan menjelang laga, berpamitan kepada pimpinan universitas secara virtual via Google Meet, Jumat (5/3).  Dalam pertemuan ini hadir Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Internasionalisasi, Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D., Direktur BPHA, Rini Kartika Hudiono, MA., Direktur Utama SWSS Yance Bida,  manajemen dan pemain SWSS.

Saling menjaga satu dan yang lain sebagai sesama pemain menjadi pesan yang ditekankan oleh rektor. Tidak hanya menjaga kesehatan fisik namun juga mental dan spirit bertanding. Dikatakan rektor, talenta yang telah dimiliki oleh seluruh pemain harus ditunjukkan dengan bermain maksimal di lapangan.

“Masuklah lapangan, bertanding dan keluar dari lapangan dengan kepala tegak. Tunjukkan semangat bertanding, jaga nama baik klub, UKSW, pelatih, seluruh official dan terutama diri sendiri. Tentu tidak mudah bertanding di tengah pandemi dengan jadwal yang padat, namun berikanlah yang terbaik. Break your limit,” tegas rektor untuk membakar semangat para pemain.

Rektor juga mengajak semua pemain untuk selalu menjaga sportivitas selama pertandingan. Dikatakannya sebagai satu-satunya tim milik universitas dan anggotanya adalah mahasiswa yang turun berlaga di kompetisi bola basket nasional, SWSS harus dapat menjaga nama baik dunia pendidikan.

Senada, Joseph Ernest Mambu berharap dengan turunnya kembali SWSS pada IBL 2021 dapat menjadi batu loncatan sehingga dapat semakin berkibar di pentas basket nasional. Dirinya juga berpesan agar pemain dapat bertanding tanpa beban dan saling memberikan dukungan pada sesama pemain.

Berikan yang terbaik

Sementara itu, mewakili manajemen tim, pelatih Efri Meldi mengapresiasi dukungan pimpinan universitas pada tim yang diasuhnya. Atas dukungan tersebut pihaknya berjanji akan memberikan yang terbaik. Komitmen untuk siap jatuh bangun dilapangan juga dilontarkan pelatih kelahiran Tanah Datar, Sumatera Barat tersebut.

“Kami berkomitmen untuk tampil semaksimal mungkin dalam setiap pertandingan. IBL kali ini menggunakan sistem pertandingan baru dimana pemain hanya memiliki sedikit sekali waktu istirahat karena padatnya pertandingan. Meraka dituntut memiliki kondisi fisik dan istirahat yang bagus. Semoga di musim ini kami dapat mencapai target lolos fase pertama yang terdiri dari 16 pertandingan dan masuk ke babak play-off,” jelasnya.