Empat puluh mahasiswa dari dua universitas beda negara bertemu dan saling bertukar kebudayaan selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (3-5/11/2021). Diselenggarakan secara virtual, hal ini tidak mengurangi semangat 20 mahasiswa dari program studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin (FId) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dan 20 mahasiswa Department Tourism Management Kirirom Institute of Technology Kamboja mengikuti jalannya acara bertajuk Virtual Cultural Exchange.

Student coordinator Dwi Ratna Anggraeni menyebut para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai budaya Kamboja, Jepang dan Indonesia. Kegiatan dilangsungkan online menggunakan platform zoom meeting. Selama tiga hari peserta dari dua universitas berkesempatan untuk saling berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai topik-topik seputar pariwisata seperti national tourism development, culture serta popular tourism destinations. 

Acara yang pertama kali digelar oleh keduanya ini juga diisi dengan sejumlah sesi yang bertujuan membuat para peserta semakin akrab. “Selain di kelompok besar, kami masuk ke kelompok kecil dalam suasana yang lebih hangat. Kami saling menceritakan seputar kehidupan sehari-hari baik di Indonesia, Kamboja dan Jepang. Kebudayaan Jepang tak luput menjadi fokus kami karena sejumlah mahasiswa KIT berasal dari Jepang,” tutur Ratna.

Mahasiswi FId tersebut menambahkan, kegiatan ini dilatar belakangi oleh motivasi untuk menjalin hubungan baik antara kedua universitas. Lebih lanjut dikatakannya bahwa dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih lebar untuk mengadakan acara lain seperti pertukaran pelajar, praktik magang ataupun study visit secara bergantian. Selain itu dirinya juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara reguler setiap tahun.

Masih dikatakan Ratna, tidak hanya saling bertukar wawasan melalui diskusi, para peserta juga bertukar kebudayaan. Dalam sesi sharing culture mahasiswa FID menampilkan video virtual exibition yang terdiri dari ArcGIS, kegiatan kelas Jepang, short video tourism advertising, master plan dan juga komik cerita rakyat.

Tampilkan kesenian daerah

“Ditampilkan pula performance art yang berupa tarian khas dari beberapa daerah di Indonesia seperti tari Tanggai dari Sumatera, tari Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah, tari Giring-Giring dari Kalimantan serta tari Harama dari Nusa Tenggara Timur. Kemudian ditutup dengan mahasiswa yang menyanyikan lagu Tanah Airku dan lagu Maumere dengan gerakan tarian bersama,” imbuh Ratna. 

Adapun peserta dari KIT memperkenalkan dua budaya yakni Kamboja dan Jepang berupa tarian, lagu tradisional Kamboja serta membuat origami.

Kegiatan yang sepenuhnya dikoordinir oleh mahasiswa dari dua universitas ini memperoleh sambutan dan apresiasi dari para pengajar. Kepala departemen Tourism Management KIT Dr. Vannsy mengatakan bahwa ini merupakan kolaborasi pertama antara KIT dan UKSW sejak kedua belah pihak sepakat menandatangani kerjasama pada Agustus lalu.

Pihaknya berharap ke depan akan terbuka kolaborasi lain misalnya di bidang penelitian. Joint event ini disebutnya merupakan usaha bersama mahasiswa sehingga diharapkan mahasiswa semakin terlatih dalam menyiapkan sebuah event.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi mahasiswa merasakan pengalaman membuat event serta saling bertukar wawasan,” jelasnya.

Senada, dekan FId UKSW Titi Susilowati Prabawa, S.Pd., MA., Ph.D., juga berharap kegiatan yang diselenggarakan di tengah masa pandemi ini dapat memperlengkapi mahasiswa dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan background.

“Senang bisa menggelar kegiatan yang dapat menjadi ajang untuk promosikan persahabatan ini meskipun dalam kondisi pandemi. Saya berharap kita dapat terus mempertahankan kolaborasi dan juga berlanjut dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” tegasnya. (chis/upk/rh_humas).