Belum lama ini, Pimpinan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengunjungi kompleks Satlantas Polres Salatiga. Diterima langsung oleh Kapolres Salatiga AKBP. Rahmad Hidayat, S.S., pimpinan UKSW berkesempatan berkeliling di kompleks yang telah berubah “wajahnya” ini. Kompleks Satlantas yang terletak di Jalan Diponegoro tak jauh dari kampus UKSW nampak menyuguhkan pemandangan yang berbeda sekarang, terlebih ketika malam hari. 

Masuk dalam salah satu daftar bangunan cagar budaya di Salatiga, gedung Satlantas dahulu merupakan bangunan yang dikenal dengan nama Benteng Hock. Dibangun ketika pemerintahan kolonial Belanda, gedung ini memiliki arsitektur Belanda seperti pintu dan jendela yang berukuran tinggi dan lebar, yang kadang menimbulkan kesan angker. 

Kondisinya sudah berubah sekarang ini. Lampu yang ditata apik di sudut-sudut dan disepanjang jalan membuat kompleks Satlantas menjadi terang. Tidak hanya itu, halaman kompleks yang luas sekarang sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti taman, gazebo untuk diskusi, taman lalu lintas dan sejumlah fasilitas lainnya. Sejumlah spot juga ditata menjadi pusat informasi yang dilengkapi dengan gambar dan juga narasi. Salah satunya adalah informasi sejarah Polres Salatiga dari masa ke masa yang dilengkapi dengan foto Kapolres Salatiga terdahulu sampai sekarang.

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D menyampaikan apresiasinya akan “wajah” baru gedung Satlantas Salatiga. Dikatakan Rektor UKSW, apa yang dilakukan Kapolres Salatiga beserta jajarannya merupakan bentuk nyata komitmen merawat bangunan cagar budaya. 

“Apa yang sudah dilakukan merupakan komitmen beliau dalam merawat bangunan cagar budaya untuk melestarikannya.. Secara pribadi saya respect dan UKSW siap untuk mendukung untuk pengembangan ke depan,” katanya. 

Lebih lanjut disampaikan Neil Rupidara, UKSW juga mempunyai komitmen yang sama untuk ikut merawat dan melestarikan bangunan cagar budaya; baik yang ada di UKSW dan juga Salatiga. Pihaknya menegaskan sangat terbuka untuk mendukung rencana ke depan dan juga bekerjasama untuk memaksimalkan potensi kompleks Satlantas Salatiga untuk masyarakat Salatiga. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menginisiasi terbentuknya Forum Heritage Kota Salatiga yang resmi diluncurkan Desember tahun lalu. Melalui Biro Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya (BPMSD), UKSW juga mengadakan berbagai forum untuk memberikan perhatian kepada bangunan cagar budaya di Salatiga.

 “Saya melihat sudah ada taman lalu lintas disana yang bisa digunakan sebagai sarana edukasi tentang lalu lintas sejak usia dini. Kemarin juga diinformasikan ada dosen kita yang terlibat dalam proses ini selain juga adanya partisipasi publik lainnya. Kedepan bisa dilengkapi tidak hanya dengan gambar-gambar tetapi juga dengan audio atau media lainnya; dan kami siap mendukung hal ini karena akan membawa manfaat yang lebih besar lagi untuk masyarakat Salatiga dan juga mendekatkan polisi dengan masyarakat,” terang Neil Rupidara saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini. (upk/chis_bpha/foto: humas polres Salatiga).