Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menerima kunjungan perwakilan pimpinan Universitas Triatma Mulya (Untrim) Bali, Selasa (20/4). Perwakilan Untrim yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. I Ketut Sutapa, SE., MM., didampingi oleh Rev. Dr. I Made Petrus, S.Th,. M.Min., selaku Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya, diterima oleh Pembantu Rektor IV UKSW Joseph Ernest Mambu, MA., Ph.D di ruangannya.

Dalam kunjungan kemarin juga dilakukan penyerahan nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani masing-masing rektor. Mewakili UKSW, Joseph menyambut baik tawaran kerja sama dengan Untrim.

Joseph menyebut lingkup kerja sama yang disepakati kedua belah pihak meliputi gelar bersama, transfer kredit sebagai implementasi Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM), pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penerbitan berkala ilmiah, pengembangan kurikulum atau program bersama, penyelenggaraan seminar atau konferensi ilmiah serta pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut Joseph menyebut, dengan semangat MBKM, UKSW berharap bisa merealisasikan program-program yang mendukung MBKM. “Beberapa program studi di UKSW ada juga padanannya di Untrim, sehingga pertukaran mahasiswa atau dosen dimungkinkan. Adapun Untrim juga mempunyai kekuatan di manajemen perhotelan, yang dapat disinkronkan dengan prodi destinasi pariwisata UKSW,” jelasnya.

Gali Ilmu

Sementara itu Dr. I Ketut Sutapa, SE., MM., mengaku bersyukur dapat menjalin kerja sama dengan kampus yang usianya jauh di atas Untrim. Menurutnya akan banyak ilmu yang dapat digali dari UKSW melalui kerja sama yang terjalin.

Pihaknya juga menyebut kerja sama ini tak lain guna mensukseskan kebijakan Kampus Merdeka yang telah dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Tujuan dari MoU yakni untuk mendukung kedua pihak sebagai mitra untuk menumbuh kembangkan kegiatan usaha dan peran masing-masing berdasarkan asas yang saling menguntungkan. Juga sebagai bentuk pengimplementasian kebijakan Kampus Merdeka,” ujarnya.

Sedangkan I Made Petrus mengatakan bahwa Unkrim adalah kampus yang memiliki ciri kekristenan meskipun tidak berada dibawah sinode gereja sehingga ingin menjalin kerjasama dengan universitas yang memiliki ciri sama. Bahkan menurutnya sejak tahun 2000-an tidak sedikit dosen yang merupakan alumni UKSW.

“Melalui kerjasama ini kami juga ingin belajar, apa yang menjadi kelebihan UKSW akan kami adaptasi. Sebaliknya pangalaman yang kami miliki di berbagai bidang, terutama pariwisata akan kami bagikan,” imbuh I Made Petrus.