Beranda»Cctd Kembali Gelar Workshop Berpikir Kritis
FOKUS UKSW
05 September 2019 16:02
CCTD Kembali Gelar Workshop Berpikir Kritis

CCTD Kembali Gelar Workshop Berpikir Kritis

Pusat Studi Center of Critical Thinking Development (CCTD) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) belum lama ini menggelar penutupan Workshop Berpikir Kritis Batch 2. Kegiatan yang ditutup dengan presentasi draft tulisan, silabus serta pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini diikuti oleh 12 dosen peserta.

Dijelaskan Ricky Arnold Nggili, MM selaku peneliti dan pengembang program CCTD bahwa workshop tersebut telah dimulai sejak 24 Juni lalu dan berkelanjutan hingga sepuluh kali pertemuan. Kegiatan dilakukan secara rutin setiap Senin pukul 16.00-18.00 bertempat di ruang F106.

“Worskhop Berpikir Kritis rencananya akan terus digelar secara rutin dengan maksud mendorong pembelajaran bersama agar terbentuk kesamaan persepsi antara aktivis akademik di lingkungan UKSW. Hal ini merupakan upaya pengarusutamaan pemikiran kritis di UKSW,” tutur Ricky.

Adapun materi-materi yang dibahas, disebutkan Ricky mengusung topik seperti What Stages of Your Critical Thinking;  Mengatasi Egosentrisitas dan Sosiosentrisitas; Universal Intellectual Standart; Elements of Reasoning;  Intellectual Traits (Kebajikan Intelektual); Socratic Disccusion; dan Implementasi  Berpikir Kritis dalam empat domain aktivitas akademik, yaitu Mendengar (Critical Listening), Membaca  (Critical Reading), Menulis (Critical Writing), dan Berbicara (Critical Speaking).  

Ricky menambahkan, sebagai luaran kegiatan setiap peserta membuat silabus matakuliah berpikir kritis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fakultas atau program studi,  draft tulisan ilmiah populer, dan definisi berpikir kritis. 

Diskusikan nilai UKSW

“Dengan demikian, karena terdapat 12 peserta maka dihasilkan 12 silabus, 12 artikel, dan 12 definisi berpikir kritis. Tulisan masih dalam bentuk draf sesuai template critical writing,  yang akan diselesaikan dalam dua bulan setelah penutupan kegiatan. Tidak hanya itu, peserta juga telah mendiskusikan nilai-nilai UKSW untuk dimasukkan dalam standar intelektual dan kebajikan intelektual (intellectual traits),” imbuhnya.

Standar-standar tersebut dikatakan Ricky merupakan sebuah model berpikir kritis yang khas UKSW dan saat ini tengah dicoba untuk diinisiasi. Kedepan diharapkan dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi pematangan. Sementara itu, dalam RTL yang menjadi kegiatan terakhir Workshop Berpikir Kritis telah disepakati adanya diskusi-diskusi rutin dan penelitian-penelitian internal kampus dalam rangka pengembangan keterampilan berpikir kritis di UKSW.

Ditegaskan Ricky, pemikiran kritis merupakan tools untuk melakukan aktivitas-aktivitas penalaran secara berkualitas berdasarkan standar-standar obyektif dan kriteria baku, dengan tujuan akhir menciptakan sikap intelektual yang rendah hati (intellectual humility) dan adil (fair-minded). Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan warga akademik yang kritis, kreatif, inovatif dan takut Tuhan sesuai dengan visi dan nilai-nilai UKSW. (ric_cctd/chis/upk_bpha/foto:dok_cctd).