Beranda»Pagelaran Budaya Indonesia Pertegas Eksistensi Uksw Miniatur Indonesia
FOKUS UKSW
17 September 2019 14:48
Pagelaran Budaya Indonesia Pertegas Eksistensi UKSW “Miniatur Indonesia”

Pagelaran Budaya Indonesia Pertegas Eksistensi UKSW “Miniatur Indonesia”

Pagelaran Budaya Indonesia Pertegas Eksistensi UKSW “Miniatur Indonesia”

Kekayaan budaya Indonesia dihadirkan bagi masyarakat Kota Salatiga oleh mahasiswa baru Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Selama tiga hari, Senin hingga Rabu (16-18/9) warga Salatiga dapat menyaksikan keragaman budaya yang dikemas melalui kegiatan bertajuk “Pagelaran Budaya Indonesia” di halaman Kantor Walikota.

Mengusung tema Museum Negeri Pahlawan, pada gelaran hari pertama Senin (16/9) kemarin pengunjung disuguhi dengan sejumlah kesenian musik, tarian dan teatrikal kolaborasi etnis. Kegiatan yang dihelat sejak sore ini dibuka dengan penampilan kelompok Karawitan UKSW yang membawakan lagu dengan tema Wacana Budaya di panggung utama.

Sementara itu, disekeliling panggung didirikan stand-stand etnis yang didekor sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat memperdalam pengetahuan mengenai sejumlah etnis di Indonesia seperti Lampung, Kalimantan, Batak, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, serta Minahasa.

Tiap etnis yang ada memamerkan beragam makanan, souvenir, baju adat, lukisan hingga berbagai peralatan tradisional yang sengaja dihadirkan dari daerah masing-masing. Makanan tradisional menjadi salah satu item yang diburu oleh pengunjung. Dalam sesi kuliner nusantara, pengunjung berkesempatan mencicip makanan yang disediakan.

Stand etnis mahasiswa Kalimantan Tengah misalnya, sejak dibuka mereka menyuguhkan makanan khas seperti pundang atau ikan asin, sambel rimbang dan kanda sarai sebagai pelengkap lauk makanan. Adapun mahasiswa etnis Minahasa menyuguhkan bubur tinutuan dan mie cakalang.

Tak membutuhkan waktu lama, berbagai makanan yang cukup jarang dapat dijumpai di Salatiga tersebut segera habis diserbu pengunjung. Naryo, warga asal Pati yang sudah sebelas tahun menetap di Salatiga ikut menikmati acara kemarin. Menurutnya, kegiatan yang menjadi rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW 2019 ini sangat bagus karena mengedukasi masyarakat mengenai budaya Indonesia.

“Acara ini perlu digelar lagi tahun depan ya, karena memang kampus tidak mengadakan perpeloncoan dan mengajak mahasiswa baru mengenalkan keragaman budaya Indonesia,” ujarnya.

Walikota Salatiga, Yuliyanto, SE., MM., juga berkesempatan menghadiri acara kemarin. Didampingi oleh Rektor UKSW, Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., Pembantu Rektor I Dr. Iwan Setyawan, Pembantu Rektor II Dr. Sri Sulandjari, S.E., M.S.I.E., serta Pembantu Rektor III Dr. Andeka Rocky Tanaamah, S.E., M.Cs., turut mencicipi makanan tradisional yang disajikan. Sebelum menyantap sajian, perwakilan etnis secara bergantian memberikan penjelasan kepada walikota dan juga pimpinan universitas bahan baku dan cara pembuatan makanan tersebut.

Kesenian Tari dan Musik

Sembari berkeliling mengunjungi stand etnis, pengunjung dapat menyaksikan kesenian musik dan tarian tradisional. Mengenakan busana dominan warna merah dan emas, mahasiswa asal Sumetera Selatan menampilkan tarian Tanggai khas kota Palembang. Tarian ini mengandung makna penyambutan atau ucapan selamat datang.

Lainnya, mahasiswa asal Lampung menampilkan tari Halibambang atau tari kipas yang merupakan tarian hiburan. Adapula, tarian tarian Metomu dimana tarian ini merupakan tarian rakyat yang dibawakan oleh mahasiswa asal Sulawesi Tengah.

Semakin malam suasana semakin meriah. Mahasiswa baru yang datang menari bersama-sama tarian kolaborasi dan juga tarian etnis. Semalam, walikota dan pimpinan universitas juga berkesempatan menari bersama.

Ditemui terpisah, Giner Maslebu, S.Pd., S.Si., M.Si., koordinator Pengabdian Masyarakat OMB UKSW mengatakan acara yang masih akan berlangsung hingga Rabu ini juga dimeriahkan dengan kegiatan belajar membatik oleh Batik Selotigo dan tato tradisional temporer oleh mahasiswa etnis Kalimantan.

Giner mengatakan dari kegiatan ini pihaknya ingin mempertegas eksistensi UKSW sebagai Indonesia Mini di tengah kota Salatiga yang sejuk dan majemuk. Pengabdian Masyarakat sengaja dirancang dengan melibatkan mahasiswa baru UKSW ke dalam kolaborasi kegiatan etnis dalam upaya memperkenalkan tradisi kebudayaan bangsa Indonesia kepada masyarakat Kota Salatiga.