Beranda»Fpb Gelar Kuliah Umum Pemanfaatan Bakteriofag
FOKUS UKSW
19 September 2019 16:15
FPB Gelar Kuliah Umum Pemanfaatan Bakteriofag

FPB Gelar Kuliah Umum Pemanfaatan Bakteriofag

Masih terbatasnya penelitian dan publikasi mengenai bakteriofag mendorong Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar kuliah umum bertema “Microbial Biotechnology: Fighting Fire Blights with Phages”, Senin (9/9) di Aula Ds. Tan Ik Hay. Associate Professor of Microbiology and Molecular Biology dari Brigham Young University (BYU) Amerika Serikat, Julianne H. Grose, Ph.D., dihadirkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Julianne Grose yang merupakan pakar bakteriofag mengemukakan sejumlah hasil penelitiannya di hadapan para peserta. Dikatakannya, bakteriofag merupakan virus yang secara spesifik menyerang, menginfeksi, dan berkembang biak dalam bakteri, namun tidak menyerang tanaman, hewan, maupun manusia. Penggunaan bakteriofag bermanfaat sebagai predator alami yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Juliane menyebut dalam 15 tahun terakhir bakteriofag telah digunakan untuk mengendalikan populasi bakteri Erwinia amylovora. Bakteri Erwinia amylovora selama ini menjadi momok bagi para petani karena menyebabkan penyakit Hawar api yang menyerang tanaman apel, ceri dan pear.

“Proses ini bisa disebut sebagai terapi Phage, sistem kerjanya phage dimasukkan kedalam DNA bakteri dengan harapan dapat merusak sel-sel yang ada didalam bakteri. Setelah bakteri tersebut mati, maka phage juga akan mati karena tidak tersedia makanan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa terapi phage layak untuk diterapkan karena tidak meninggalkan sisa pada produk pertanian sehingga aman dikonsumsi manusia,” jelasnya.

Koordinator kuliah umum, Yoga Aji Handoko, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa di Indonesia, penelitian dan publikasi bakteriofag masih terbatas, bahkan belum dimanfaatkan secara komersial. Untuk itu kehadiran Julianne Grose sebagai pakar bakteriofag dapat memberikan wawasan secara langsung bagaimana bioteknologi mikroba dikembangkan di negara maju, sehingga peserta juga dapat belajar mengembangkannya.

Yoga menambahkan selain memberikan kuliah umum, Julianne Gros juga memaparkan mengenai peluang memperoleh beasiswa untuk studi, riset penelitian, dan magang di Brigham Young University. (chis_bpha/foto:van_jurkam).