UKSW Raih Hibah RIIM LPDP untuk Riset Berdampak
Komitmen Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam menghasilkan riset berdampak kembali mendapat pengakuan melalui keberhasilan meraih pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) skema LPDP yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek). Empat riset UKSW yang didanai pada periode 2024–2027 mengangkat isu ekonomi berkelanjutan, transformasi UMKM, mitigasi bencana, dan kecerdasan buatan. Capaian ini selaras dengan Asta Cita ke-2 tentang penguatan ketahanan bangsa, Asta Cita ke-5 mengenai hilirisasi riset dan inovasi, serta Asta Cita ke-6 yang mendorong pembangunan dari daerah dan penguatan ekonomi lokal melalui semangat Diktisaintek Berdampak.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, penerapan perilaku ramah lingkungan (green behavior) di kalangan pelaku UMKM masih menjadi tantangan. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengembangkan riset “Growth Continuity: Nexus Intensi Perilaku Hijau, Dynamic Capabilities dan Sustainability” untuk merumuskan model pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.
Penelitian yang dipimpin Dr. Yeterina Widi Nugrahanti, S.E., M.Acc., bersama Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., C.Fra., dan Dr. Usil Sis Sucahyo, S.E., M.B.A., ini berfokus pada pelaku UMKM makanan dan minuman di Jawa Tengah. Melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek perilaku, keuangan, teknologi, dan kewirausahaan, tim peneliti menganalisis keterkaitan antara green behavior, dynamic capabilities, transformasi digital, perilaku keuangan, dan keberlanjutan usaha.
Dampak yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya model pengembangan UMKM yang mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap praktik bisnis ramah lingkungan sekaligus memperkuat daya saing usaha. Hasil riset ini juga berpotensi menjadi dasar penyusunan kebijakan dalam mendorong transformasi UMKM menuju ekonomi hijau, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan (sustainable growth) dan menjaga keberlangsungan bisnis (growth continuity) di tengah perubahan ekonomi dan lingkungan.pengembangan kebijakan bagi pemerintah maupun pelaku usaha dalam mendorong ekonomi hijau berbasis UMKM.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun, pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa hanya UMKM yang mampu beradaptasi dengan perubahan yang dapat bertahan dan terus berkembang. Berangkat dari tantangan tersebut, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengembangkan riset “Keunggulan Kompetitif Sektor Kuliner: Determinan dan Efek Transformasi Perilaku UMKM” untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk daya saing UMKM di era transformasi digital dan ekonomi hijau.
Penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA., C.Fra., bersama Dr. Yeterina Widi Nugrahanti, S.E., M.Acc., dan Dr. Usil Sis Sucahyo, S.E., M.B.A., ini berfokus pada pelaku UMKM makanan dan minuman di Jawa Tengah. Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan aspek keperilakuan, manajemen strategik, keuangan, dan teknologi, penelitian mengkaji pengaruh kemampuan dinamis (dynamic capabilities), transformasi digital, perilaku bisnis hijau, dan pengelolaan keuangan terhadap keunggulan kompetitif UMKM.
Dampak yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya model transformasi perilaku UMKM yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah maupun pelaku usaha dalam meningkatkan daya saing sektor kuliner. Hasil riset ini diharapkan mampu mendorong percepatan adopsi teknologi digital, memperkuat praktik bisnis yang berkelanjutan, serta membantu UMKM membangun ketahanan dan meningkatkan kinerja usahanya di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Posisi Pulau Bali yang berada di kawasan subduksi aktif menjadikannya rentan terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami akibat megathrust maupun back arc thrust. Menyadari pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengembangkan riset “Melaya dalam Bayangan Megathrust dan Back Arc Thrust Tsunami: Eksplorasi Kerentanan Masyarakat dan Literasi Mitigasi Bencana” untuk merumuskan model mitigasi bencana yang memadukan ilmu pengetahuan dengan potensi lokal.
Penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si., M.Kom bersama Yerymia Alfa Susetyo, S.Kom., M.Cs., Krisma Widi Wardani, S.Pd., M.Pd., Wahyudi, Sunardi, Dr. Wiwin Sulistyo, S.T., M.Kom., Tri Nugroho Budi Santoso, S.Pd., M.Pd., Eunike Milasari Listyaningrum, S.Pd., M.Pd., Dr. Ir. Bistok Hasiholan Simanjuntak, M.Si., Trivena Dyah Wijayanti, S.Pd., M.Pd., dan Erwien Christianto, S.Kom., M.Cs., ini berfokus pada wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh dengan kajian sosial, budaya, agama, dan arkeologi melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses identifikasi hingga penyusunan strategi mitigasi.
Dampak yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya model mitigasi tsunami yang lebih komprehensif dan sesuai dengan karakteristik lokal masyarakat Bali. Selain menghasilkan basis data ilmiah mengenai kerentanan wilayah, tata guna lahan, serta kondisi sosial budaya masyarakat, riset ini diharapkan dapat meningkatkan literasi mitigasi bencana, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, dan menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengurangan risiko bencana berbasis potensi lokal.
Ancaman gempa megathrust di pesisir selatan Bali menuntut hadirnya sistem mitigasi yang lebih cepat, akurat, dan berbasis teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengembangkan riset “Model Cerdas Identifikasi Kawasan Terbangun Rentan Megathrust Pantai Selatan Bali dengan Citra Satelit dan Edukasi Mitigasi” untuk menghasilkan model identifikasi kawasan rawan bencana berbasis machine learning.
Penelitian yang dipimpin Prof. Dr. Sri Yulianto Joko Prasetyo, S.Si., M.Kom bersama Tri Nugroho Budi Santoso, S.Pd., M.Pd., Sri Redjeki, Sunardi, Krisma Widi Wardani, S.Pd., M.Pd., Dr. Wiwin Sulistyo, S.T., M.Kom., dan Yeremia Alfa Susetyo, S.Kom., M.Cs., ini memanfaatkan citra satelit Landsat 8 OLI dan Sentinel-2A, data elevasi, serta foto udara dari Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) untuk memetakan kawasan terbangun yang rentan terhadap bencana megathrust. Berbagai algoritma machine learning diterapkan guna meningkatkan akurasi identifikasi dan analisis spasial wilayah berisiko.
Dampak yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersedianya model cerdas yang dapat mendukung identifikasi kawasan rawan megathrust secara lebih cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mitigasi bencana. Selain menghasilkan inovasi teknologi, penelitian ini juga mengembangkan model pembelajaran mitigasi yang akan diseminasi kepada siswa sekolah dasar, sekolah menengah, dan masyarakat umum bekerja sama dengan Stasiun Geofisika Bali. Dengan demikian, hasil riset tidak hanya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Dengan hibah RIIM, riset-riset UKSW tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Mulai dari penguatan daya saing UMKM, pengembangan ekonomi hijau, peningkatan literasi mitigasi bencana, hingga inovasi berbasis kecerdasan buatan, seluruh penelitian menunjukkan komitmen UKSW dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi dampak nyata bagi Indonesia. Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, UKSW terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan riset inovatif, kolaboratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.